--> Skip to main content

Mitos Tentang Jerawat Yang perlu Anda Tau

     
                     jerawat adalah salah satu penyakit yang kerap kali dikaitkan dengan masa remaja atau puber. Padahal, banyak orang yang hingga usia dewasa juga kerap mengalami masalah jerawat yang tentu akan bisa menurunkan rasa percaya diri dengan drastis. Karena dianggap sebagai masalah yang sangat umum terjadi pada masyarakat Indonesia, jerawat pun memiliki mitosnya sendiri, khususnya dalam hal penyebab atau cara pengobatannya. Berikut adalah beberapa mitos tentang jerawat yang cukup terkenal.

Masyarakat percaya adanya mitos dimana mereka yang kurang baik dalam merawat dan membersihkan wajah akan lebih mudah terkena jerawat. Mitos ini ternyata memang benar adanya secara medis menghingat jerawat akan cenderung lebih sering muncul pada wajah yang kotor. Hanya saja, banyak yang merasa sudah membersihkan wajah dengan rajin juga tetap mengalami jerawat. Setiap orang memiliki kulit yang berbeda-beda sehingga ada yang rajin membersihkan wajah justru akan lebih mudah mengalami iritasi dan pada akhirnya membuat masalah jerawat menjadi lebih buruk. Satu hal yang pasti adalah, jangan pernah lupa untuk membersihkan wajah sebelum tidur sehingga berbagai kotoran penyebab jerawat pun akan tidak akan mudah muncul.

Mitos berikutnya tentang jerawat adalah jika kita memencetnya, maka jerawat akan lebih cepat hilang. Sayangnya, dengan memencet jerawat, kita justru bisa membuat peradangan menjadi lebih parah dan pada akhirnya jerawat bisa semakin banyak. Sebelum memilih untuk memencetnya, maka ada baiknya kita memakai semacam salep atau krim yang memang diperuntukkan untuk meredakan jerawat.

Mitos lain yang dipercaya tentang jerawat adalah jika kita banyak mengkonsumsi makanan berminyak, maka kita pun memiliki resiko lebih tinggi terkena jerawat. Padahal, minyak pada makanan yang dikonsumsi sama sekali tikak ada hubungannya dengan tampilan kulit berminyak yang berkaitan dengan jerawat. Andai kita ingin mencegah jerawat dengan memperhatikan konsumsi makanan. Yang harus dibatasi justru adalah produk susu dan makanan dengan indeks glikemik cukup tinggi.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar